W3.CSS

Game Online dan Pengaruhnya Bagi Anak

Apr 26, 2017 by

Gadget merupakan salah satu alat komunikasi yang berkembang di era digital ini. Tidak hanya berkembang dalam cara menyampaikan informasi, namun fitur-fitur canggih seperti, akses internet tak terkecuali game online pun terus berkembang. Tampilan grafis serta keseruan dalam membuat “geng” dalam permainan, menjadi perhatian utama yang menarik semua kalangan masyarakat, termasuk anak-anak untuk bermain ikut bermain.

Game online seperti Clash of Clan yang menjadi game booming saat ini yang dikembangkan oleh SuperCell. Dimana dalam permainan ini terdapat sebuah kerajaan yang membangun sebuah pertahanan dari lawan-lawan yang berusaha menghancurkan kerajaan tersebut.  Serangan lawan yang dilakukan secara tiba-tiba menjadi sebuah kekurangan yang dirasakan dalam bermain game ini. Bentuk permainan seperti ini dapat memberikan pengaruh para gamers merasa tidak tenang, bahkan ketika tidur.

Hal positif yang dilihat dari permainan game online adalah dapat menghubungkan anak-anak dari berbagai belahan dunia lainnya. Namun dengan siapakah anak-anak berkomunikasi? Ini menjadi keprihatinan sendiri bagi para orangtua dan sekolah dalam memberikan pembekalan bagi anak. Hal yang kurang bijaksana yang biasa orangtua lakukan terhadap anak adalah membiarkan anak bermain game online  hanya untuk menjaganya supaya tidak rewel.

Game online memang menarik, namun ada kegiatan lain yang tidak kalah menarik yang dapat dilakukan oleh anak. Di Sekolah Kristen PENABUR khususnya pustakawan telah ambil andil dalam meningkatkan minat membaca buku peserta didik. Selain membaca, musik dapat menjadi pilihan orangtua untuk memanfaatkan waktu bersama anak.

Menurut Ketua Tim Peneliti Virginia Penhune – profesor psikologi dari Concordia University di Montreal, Kanada, kegiatan yang dapat dilakukan anak, di dalam maupun diluar ruangan, salah satunya adalah dengan belajar alat musik yang membutuhkan koordinasi antara kedua tangan dengan stimuli visual (penglihatan) atau audio (pendengaran) dalam otak. Tentunya, dengan menuntun anak-anak untuk belajar bermain musik akan lebih baik dibanding dengan hanya bermain game.

Penulis            : Dandy Kristanto – Asisten Pustakawan SDK 10 PENABUR

Editor              : Rewindinar

Related Posts

Tags

Share This