W3.CSS

Yuk, Mencintai Buku Sejak Dini.

Mar 20, 2017 by

Berkembangnya teknologi, bukan hanya membawa dampak positif, tapi juga dampak negatif, terkhusus untuk anak-anak. Dampak negatif untuk anak-anak adalah menurunnya minat baca, karena lebih tertarik bermain games online. Tentu saja ini sangat memprihatinkan, karena sumber ilmu pengetahuan salah satunya di dapatkan dari buku.

Mencintai buku, memang lebih baik di tanamkan sejak dini, sehingga anak terbiasa menjadikan buku sebagai sumber informasi utama. Dibutuhkan peran sekolah dan orangtua, untuk mengajak anak mencintai buku. Dari pihak sekolah dapat menyediakan fasilitas, seperti perpustakaan sekolah, di jenjang TK. Bukan hanya menfasilitasi, tapi juga mengajak anak-anak berkunjung dan membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Tapi peranan orangtua menjadi sangat penting dalam mengembangkan rasa cinta buku pada anak. Percuma jika sekolah mengajarkan untuk mencintai buku, tapi di rumah anak-anak di biarkan bermain games tanpa pengawasan. Banyak kesempatan dan waktu yang bisa orangtua gunakan untuk mengembangkan cinta buku sejak dini. Seperti saat anak-anak mau tidur di malam hari, atau saat waktu senggang. Dari sisi psikologis, membaca buku bersama anak, dapat mempererat hubungan anak dan orangtua.

Menurut  Henny E. Wirawan MHum, Psi, dari Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara  Jakarta, menjelaskan tiga manfaat utama mengenalkan buku kepada anak usia dini/prasekolah berikut ini:

  1. Belajar membaca. Di usia prasekolah ini, umumnya anak sedang belajar membaca. Kenalkan anak-anak dengan berbagai jenis buku yang membantunya belajar membaca. Di toko buku, Anda bisa mengenalkan buku tiga dimensi yang membuat acara membaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Melalui buku, anak juga bisa belajar menghitung, mengenal nama binatang, warna dan sebagainya.
  2. Mendapat banyak ilmu. Di usia prasekolah, rasa ingin tahu anak sedang berkembang pesat. Tak heran jika ia sering menggunakan kata tanya, “mengapa?” dan sejenisnya. Melalui buku, si kecil bisa mendapatkan jawaban sekaligus merangsang rasa ingin tahunya lebih mendalam. Contoh, ia melihat buku bergambar gajah, lalu penasaran dengan isinya, ternyata buku tersebut memuat beragam informasi tentang gajah yang selama ini belum diketahuinya. Dengan mencari buku bersama anak, ini sekaligus memudahkan orangtua menjawab beragam pertanyaan anak
  3. Melatih motorik. Saat ini banyak tersedia buku cerita yang dilengkapi aktivitas serta beragam alat tulis. Misalnya, buku dongeng yang harus diwarnai atau kertas yang harus dilipat dan sebagainya. Buku jenis ini dapat membantu si kecil melatih kemampuan motoriknya.

Berikut adalah tips yang dapat orangtua lakukan  agar anak-anak tertarik membaca dan mencintai buku:

  1. Memberi buku cerita yang menarik. Pilihlah buku dengan cerita dan gambar yang menarik, sehingga anak-anak penasaran akan isi buku ceritanya.
  2. Membacakan cerita bersama. Sediakan waktu untuk bercerita kepada anak, semisal saat anak akan tidur di malam hari.
  3. Bermain tebak-tebakan. Tak ada salahnya, saat membacakan buku dapat menanyakan tokoh dan isi cerita ke anak. Ini dapat mengembangkan imajinasi anak.
  4. Memperlihatkan asyiknya membaca “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Seperti pepatah ini, terkadang anak meniru apa yang orangtuanya lakukan. Orangtua dapat menunjukkan ketertarikan akan buku sehingga membuat anak meniru hal baik tersebut.

Mencintai buku, adalah satu hal yang baik yang patut diajarkan ke anak-anak. Karena dengan mencintai buku membuat anak ingin membaca dan dengan membaca membuat pengetahuan anak semakin bertambah.

Penulis : Adventri Debora – Asisten Pustakawan TKK 10 PENABUR

Editor : Rewindinar